Kalo boleh memilih, sepertinya aku sudah pengen keluar and cari kerja sampingan aja. Kerjaan yang sekarang bukannya bikin stres sampek depresi or yang kayak gimana, tapi lebih ke rasa jenuh yang berkepanjangan ajah. Bisa dibayangkan, kerja mulai jam setengah sembilan sampek jam lima sore dengan waktu istirahat satu jam tapi kerjanya duduk di depan komputer terus, ngerjain artikel and nggak bisa lihat pemandangan yang seger-seger.
Ya, emang lokasinya di rumah, tepatnya di perumahan. Di lantai dua yang diluar jendelanya cuma bisa lihat pohon mangga and rumah-rumah yang berjejer disekitarnya. Apalagi yang bisa bikin mood bagus selain dengerin musik, bercanda ama temen-temen seisi kantor yang jumlahnya hampir 20 dan notabene cewek semua? Di lantai bawah dipake usaha advertising tapi kita pun juga nggak bisa berharap banyak untuk dapet hiburan dari sana.
What a complicated life. Saat kebosanan melanda, sulit sekali untuk meng-assess seberapa besar rasa bosan yang ada didiriku ini. Aku coba dengan pergi ke suatu tempat, siapa tahu bosanku ini adalah efek dari kurangnya refreshing alias semacam rekreasi ke tempat-tempat tertentu yang bisa menyegarkan pikiranku. Dan telah kucoba. Dan bosanku belum juga enyah. Apa yang salah? Apakah aku memang harus keluar dari sana?
Well, kalaupun aku pengen keluar dari sana, setidaknya aku harus bisa cari kerjaan baru yang lumayan oke, jadi aku baru bisa keluar dari kerjaanku yang sekarang. Kalo mau bikin usaha kayak bosku iki jelas gak mungkin, kan butuh modal yang gak sedikit. Maka, berputarlah otakku untuk cari solusi yang memungkinkan dan yang aku bisa handle.
Pilihan pertama adalah ngelesi. Kalo yang ini jelas out of consideration. Secara aku orangnya walopun terkadang bisa sabar tapi lebih banyak nggak telatennya kalo ngajarin orang. Selain itu, takut juga kalo yang tak ajari ntar malah morron alias dongok. So, say goodbye to this choice aja lah. What about the other choices?
Beberapa saat yang lalu aku sempet bicara ama temenku. Katanya kalo beli franchise itu enak. Katanya kalo teh dengan merk tertentu itu franchise-nya cuma sekitar dua juta'an. Lumayan mahal juga sih, secara waktu itu aku juga nggak ready kalo harus nyiapin uang segitu. Lagian, siapa yang mau ngelayani pembeli? Kan aku nggak berjiwa dagang, apalagi harus ketemu banyak orang dan bicara ama mereka. Hufffttt...
Usaha berikutnya jualan bareng temen-temen. Kalo yang ini belum tau jualan apa and dimana. Yang jelas jangan bisnis makanan, ntar yang ada makanannya tak pangan dhewe and ujung-ujungnya rugi juga. Hiyahaha.... Dan akhir-akhir ini pikiranku merambat ke sebuah ide busuk. Wkwkwkwkwkwkwkw... Aku mulai kepikiran pengen jadi content writer.
Aku belum tau prospek usaha ini seperti apa. Yang jelas, aku harus punya modem dulu. Laptop udah ada, tinggal belajar teknik-teknik menulis yang baik and cara memarketingkan jasaku itu. Definitely, harus tau cara-cara yang benar ternasuk gimana dapet job yang banyak melalui backlink. Dan membuat web pribadi tentu jadi rencana jangka panjang. Dan tentu saja: mastering grammar.
Ya bisa gawat aja kalo seandainya grammar asal-asalan tapi kita maunya dapet job writing in English. Walaupun bulis dalam bahasa Indonesia juga butuh skill yang mumpuni sih. Tapi seenggaknya itu kan bahasa ibu toh. Jadi perkara struktur kalimat bisa lebih gampang belajarnya. paling yang kudu diperdalam ya soal diksi itu. Secara, "vocab" bahasa Indonesia ku juga yang standar-standar wae.
Selain itu, jadi reseller barang-barang yang dijual online juga enak kayake. Kita tinggal pasang banner di blog and dapet komisi. Bisnis onlline akhir-akhir ini emang begitu menjanjikan and luas banget scope nya. Siapa yang nggak tergiur kalo kita bisa dapet uang and kerja tanpa harus duduk di meja berjam-jam dan nunggu gajian dari bos tiap bulan. Bisa dilakukan sambil ngerjain tugas rumah yang lain. Dan tentunya nggak harus ketemu client secara langsung.
Nyaman banget dah pokoknya kalo bisa bisnis kayak gitu. Cuma ya harus diingat kalo bisnis online itu bukannya bisnis cepat kaya. Kita harus telaten, dan hasil yang maksimal bisa didapet kalo kita mau sabar and gigih merintis usaha ini. What a great plan it will be. Bisnis ini empuk, renyah, dan hangat alias lagi panas-panasnya didunia maya. So, kalo bisa ambil bagian di dalamnya, why not kita nggak join sekalian?
Bisnis online emang gampang-gampang susah kayaknya. Kemudahan yang kita nikmati berupa kemungkinan untuk mengakses semau hal dengan hanya meng-klik mouse tentunya diikuti dengan ancaman-ancaman bernama cyber crime. Kita wajib waspada, terutama dalam mencari partner bisnis yang bisa dipercaya. Bukan nggak mungkin kalo ntar sebagian kecil, besar, atau malah seluruh partner kerja kita adalah orang yang belum kita kenal sama sekali sebelumnya.
I hope I can make my dreams come true. What about you?
Showing posts with label My Idea. Show all posts
Showing posts with label My Idea. Show all posts
Friday, March 05, 2010
Wednesday, March 03, 2010
Hati (/-Hati)
Kalau ada yang bilang otak adalah bagian tubuh yang paling keren untuk menilai seseorang pintar atau nggak, pendapat itu bukanlah suatu hal yang haram untuk disetujui atau dibantah. Dan kalau sorot mata adalah tolok ukur yang bisa bikin kita tahu seseorang berbohong atau nggak, itu adalah opini yang nyaris semua orang percaya. Dan semua bagian tubuh mungkin bisa di-klaim sebagai cerminan diri kita. Begitupun dengan hati.
Setelah melewati perjalanan panjang selama bertahun-tahun, semenjak pertama tersentuh oleh belaian tangan ibu, hati manusia telah ditempa berbagai macam hal. Betapa menyenangkannya ketika seseorang mampu menyimpan kebahagiaan dan kesedihannya dengan rapi di dalam hati dan bersamaan dengan itu dia mau membaginya dengan yang lain.
Tentu saja, ini akan seperti kue chiffon yang dibelah sedikit tanpa menambahkan krim atau apapun diatasnya. Bila perlu, kita bikin potongan kue itu sepantas mungkin tanpa banyak embel2, tanpa banyak kebohongan, tanpa ditambah2in, dan kita beri dia alas agar nampak manis, dalam artian tak menyinggung, menimbulkan dendam, dan sebagainya.
Berharaplah bahwa kue itu akan ditaruh di almari es agar mengeras dan tak berubah bentuk, walaupun nantinya akan dimakan. Jika kue itu menggiurkan orang lain, maka berharaplah kue itu dibagi dengan benar, bukan diiris permukaannya saja agar tidak menjadi fitnah. Maka, hati-hatilah dengan hatimu.
Jangan jadi penjual kue yang akan membungkus sepotong dua potong kue ke dalam kardus saat ada yang membayar dengan setumpuk uang dan menikmati percampuran yang unik antara gula, tepung, telur dan mentega yang telah kau buat. Berikanlah potongan kuemu pada yang kau percaya, dan singkirkan remah-remahnya.
Karena setiap orang berpotensi menjadi kawan, maka berbagilah dengan mereka. Dan karena mereka pun berpotensi menjadi lawan, berhati-hatilah saat akan membaginya dengan yang lain.
Setelah melewati perjalanan panjang selama bertahun-tahun, semenjak pertama tersentuh oleh belaian tangan ibu, hati manusia telah ditempa berbagai macam hal. Betapa menyenangkannya ketika seseorang mampu menyimpan kebahagiaan dan kesedihannya dengan rapi di dalam hati dan bersamaan dengan itu dia mau membaginya dengan yang lain.
Tentu saja, ini akan seperti kue chiffon yang dibelah sedikit tanpa menambahkan krim atau apapun diatasnya. Bila perlu, kita bikin potongan kue itu sepantas mungkin tanpa banyak embel2, tanpa banyak kebohongan, tanpa ditambah2in, dan kita beri dia alas agar nampak manis, dalam artian tak menyinggung, menimbulkan dendam, dan sebagainya.
Berharaplah bahwa kue itu akan ditaruh di almari es agar mengeras dan tak berubah bentuk, walaupun nantinya akan dimakan. Jika kue itu menggiurkan orang lain, maka berharaplah kue itu dibagi dengan benar, bukan diiris permukaannya saja agar tidak menjadi fitnah. Maka, hati-hatilah dengan hatimu.
Jangan jadi penjual kue yang akan membungkus sepotong dua potong kue ke dalam kardus saat ada yang membayar dengan setumpuk uang dan menikmati percampuran yang unik antara gula, tepung, telur dan mentega yang telah kau buat. Berikanlah potongan kuemu pada yang kau percaya, dan singkirkan remah-remahnya.
Karena setiap orang berpotensi menjadi kawan, maka berbagilah dengan mereka. Dan karena mereka pun berpotensi menjadi lawan, berhati-hatilah saat akan membaginya dengan yang lain.
Tuesday, March 02, 2010
Syukuri Apa yang Ada
Judul postingan boleh aja berupa penggalan syair lagu dari D'Massiv, tapi bukan berarti kata2nya bakalan dibikin se-mellow lagunya. No no babe. Aku nggak berbakat buat jadi orang yang mellow2 begono. Ya udah lah. Sekarang, let's talk about life. Waduh, berat bangetz yah topiknya? Nggak kok, ini cuma lagi ngomongin seseorang yang kadang suka berambisi berlebihan namun suka gak mengukur kemampuan diri sendiri.
Setelah menyadari betapa bodohnya dia karena memiliki kemampuan yang super pas-pasan, yang dia lakukan hanyalah minder yang berkepanjangan dan ujung2nya takut ngapa2in. What a contrast feeling. Tapi ya emang begitulah aku. Sering kagak jelas pengennya apa, harus ngapain, dan gak bisa mengukur serta memandang segala sesuatu dengan sudut pandang yang benar. masih ngglambyar aja pikiran ini kemana2. Suka nggak fokus.
What about you? Nyadar atau nggak, semua orang pasti pernah ngalamin yang namanya kepengen ini dan itu disaat yang bersamaan. dan keinginan itu nampak impossible bangetz buat dipenuhin. Walopun kadang2 beberapa orang suka menerima keajaiban berupa pemenuhan keinginannya yang tiba2 aja terjadi.
Beberapa diantaranya memperoleh apa yang diimpikannya disaat dia nyaris lupa dan gak mikirin sama sekali apa yang pernah diinginkannya begitu rupa hingga dia kayaknya hampir gila kalau2 nggak bisa ngedapetin sesuatu itu. Dan orang2 beruntung yang lain justru mendapatkan banyak hal yang didalamnya merupakan gabungan antara sesuatu yang mereka sungguh inginkan, yang biasa2 aja alias nggak seberapa dikejar2, dan hal2 yang justru nggak diinginkan sama sekali.
Pemenuhan kebutuhan dan keinginan2 lain merupakan hal yang wajar dalam kehidupan manusia, karena untuk melanjutkan hidup, mereka butuh yang namanya hal2 baru yang entah itu adalah hasil dari reproduksi yang sebelum2nya atau baru sama sekali. Gimana kalo kemudian kita termasuk dalam golongan orang yang menginginkan sesuatu tapi nggak juga kesampaian?
The best solution menurutku adalah dengan memakai prinsip lagunya D'Massiv itu. Honestly, aku terkadang juga mengalami kesulitan untuk menjadi orang yang "nrimo ing pandum" (walaupun aku juga setuju bahwa orang2 wajib berusaha namun hasil akhirnya adalah di tangan-Nya). Yang nggak boleh dilakukan adalah menyerah saat belum berusaha sama sekali, namun tetap memegang kendali diri jika memang hasil yang kita dapatkan bukan yang kita harapkan.
Aku berusaha menerima doktrin bahwa Dia lebih tau tentang apa yang kita butuhkan lebih dari diri kita sendiri. Mungkin bagi kita air hujan deras itu menyenangkan karena bisa bikin adem and seger, tapi Tuhan terkadang menurunkan hujan rintik2 karena Ia memberi kita kesempatan melihat keluar rumah dan melihat keindahan alam yang lain, bukan hanya duduk di balik jendela sambil pake selimut gara2 kedinginan.
That's the point. Kalo kita belum dikasih sesuatu yang extraordinary, mungkin kita disuruh menyiapkan mental dulu. Siapa tahu kalau kita bisa achieve impian2 kita, kita bakalan sombong. Dan kalau kita dikasih sesuatu yang great, bukan kesombongan yang harus kita nampakkan, namun rasa bangga karena kita dipercaya untuk memanggul tanggung jawab yang besar di balik sesuatu yang besar yang diberikan ke kita.
Setelah menyadari betapa bodohnya dia karena memiliki kemampuan yang super pas-pasan, yang dia lakukan hanyalah minder yang berkepanjangan dan ujung2nya takut ngapa2in. What a contrast feeling. Tapi ya emang begitulah aku. Sering kagak jelas pengennya apa, harus ngapain, dan gak bisa mengukur serta memandang segala sesuatu dengan sudut pandang yang benar. masih ngglambyar aja pikiran ini kemana2. Suka nggak fokus.
What about you? Nyadar atau nggak, semua orang pasti pernah ngalamin yang namanya kepengen ini dan itu disaat yang bersamaan. dan keinginan itu nampak impossible bangetz buat dipenuhin. Walopun kadang2 beberapa orang suka menerima keajaiban berupa pemenuhan keinginannya yang tiba2 aja terjadi.
Beberapa diantaranya memperoleh apa yang diimpikannya disaat dia nyaris lupa dan gak mikirin sama sekali apa yang pernah diinginkannya begitu rupa hingga dia kayaknya hampir gila kalau2 nggak bisa ngedapetin sesuatu itu. Dan orang2 beruntung yang lain justru mendapatkan banyak hal yang didalamnya merupakan gabungan antara sesuatu yang mereka sungguh inginkan, yang biasa2 aja alias nggak seberapa dikejar2, dan hal2 yang justru nggak diinginkan sama sekali.
Pemenuhan kebutuhan dan keinginan2 lain merupakan hal yang wajar dalam kehidupan manusia, karena untuk melanjutkan hidup, mereka butuh yang namanya hal2 baru yang entah itu adalah hasil dari reproduksi yang sebelum2nya atau baru sama sekali. Gimana kalo kemudian kita termasuk dalam golongan orang yang menginginkan sesuatu tapi nggak juga kesampaian?
The best solution menurutku adalah dengan memakai prinsip lagunya D'Massiv itu. Honestly, aku terkadang juga mengalami kesulitan untuk menjadi orang yang "nrimo ing pandum" (walaupun aku juga setuju bahwa orang2 wajib berusaha namun hasil akhirnya adalah di tangan-Nya). Yang nggak boleh dilakukan adalah menyerah saat belum berusaha sama sekali, namun tetap memegang kendali diri jika memang hasil yang kita dapatkan bukan yang kita harapkan.
Aku berusaha menerima doktrin bahwa Dia lebih tau tentang apa yang kita butuhkan lebih dari diri kita sendiri. Mungkin bagi kita air hujan deras itu menyenangkan karena bisa bikin adem and seger, tapi Tuhan terkadang menurunkan hujan rintik2 karena Ia memberi kita kesempatan melihat keluar rumah dan melihat keindahan alam yang lain, bukan hanya duduk di balik jendela sambil pake selimut gara2 kedinginan.
That's the point. Kalo kita belum dikasih sesuatu yang extraordinary, mungkin kita disuruh menyiapkan mental dulu. Siapa tahu kalau kita bisa achieve impian2 kita, kita bakalan sombong. Dan kalau kita dikasih sesuatu yang great, bukan kesombongan yang harus kita nampakkan, namun rasa bangga karena kita dipercaya untuk memanggul tanggung jawab yang besar di balik sesuatu yang besar yang diberikan ke kita.
Monday, March 01, 2010
Mystery of Human Mind
Entahlah, terkadang pikiran ini nggak bisa ditebak kemana arahnya. kadang2 juga, pikiran ini nggak mampu mencerna perkataan orang2 disekitar, karena seringkali pujian ditampilkan dengan senyum sinis di ketiaknya. Terkadang, kebaikan nampak seperti mahkota bunga yang dipanggul oleh kelopak dan tangkai yang rapuh. Sebentar saja musnah.
Apakah ini berarti bukan pikiranku yang salah, namun tingkah laku manusia bisa membingungkan manusia lain bahkan diri mereka sendiri? Namun tetap saja, membohongi diri sendiri adalah keinginan yang konyol.
Sekarang, aku juga sedang mencoba memahami posisiku. Apakah memang orang yang baik padaku selama ini adalah orang yang tulus, licik, atau malah bahkan menjebak? Ada seseorang yang kata beberapa temanku adalah the tricky person, tapi menurut beberapa yang lain adalah pribadi yang amat mengesankan, ramah, dan mengundang simpatik. Betapa karakter asli bisa semudah itu disamarkan dibalik keramahtamahan yang semu. What a life... :-)
Apakah ini berarti bukan pikiranku yang salah, namun tingkah laku manusia bisa membingungkan manusia lain bahkan diri mereka sendiri? Namun tetap saja, membohongi diri sendiri adalah keinginan yang konyol.
Sekarang, aku juga sedang mencoba memahami posisiku. Apakah memang orang yang baik padaku selama ini adalah orang yang tulus, licik, atau malah bahkan menjebak? Ada seseorang yang kata beberapa temanku adalah the tricky person, tapi menurut beberapa yang lain adalah pribadi yang amat mengesankan, ramah, dan mengundang simpatik. Betapa karakter asli bisa semudah itu disamarkan dibalik keramahtamahan yang semu. What a life... :-)
Subscribe to:
Posts (Atom)
